Ciptapangan
Ciptapangan





2018, Waspada Pergolakan Ekonomi di Tahun Politik
posted by admin on 19/10/17

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 18 Oktober 2017 | 14:53 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Perekonomian Indonesia 2018 diharapkan dapat tumbuh lebih tinggi dan merata, di tengah perhelatan pesta demokrasi secara serentak. Upaya untuk merealisasikan harapan ini tentu tidak mudah dan memerlukan formulasi strategi kebijakan fiskal yang optimal.

Kesalahan formulasi kebijakan dapat berimplikasi fatal, mulai dari pemotongan anggaran, peningkatan utang, hingga melesunya perekonomian. Sebaliknya, strategi anggaran yang fokus pada upaya menjaga kredibilitas, disiplin, dan keberlanjutan fiskal akan lebih memungkinkan untuk mencapai tujuan jangka panjang yang lebih baik, tidak sekadar kepentingan politik jangka pendek.

"Memasuki tahun politik 2018 upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke 5,4% kian tidak mudah, meskipun tidak mustahil," kata Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati dalam sebuah diskusi di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2017).

Dirinya mengakui, Pilkada memang dapat meningkatkan aktivitas ekonomi, namun seiring tidak tercapainya penerimaan negara dari sektor pajak, maka sangat mungkin yang terjadi adalah keadaan wait and see. Bahkan biasanya dunia usaha akan menanti kepastian terpilihnya pemimpin baru atau incumbent di daerah.

"Akibatnya, dapat saja perekonomian baru akan menggeliat di semester kedua 2018. Artinya, momentum peningkatan pertumbuhan ekonomi di semester pertama 2018 tidak optimal. Namun, tidak ada jaminan pula di semester kedua 2018 akan ada akselerasi, seiring kontestasi Pilpres yang akan segera digelar," jelas dia. [hid]
Sumber : Inilah.com, Rabu 18 Oktober 2017


Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?
ONLINE POLLING
MOST VISITED
Bos Charoen Pokphand raih doktor honoris causa
(Visited 30 times)
Read More...

MOST RATED
Bos Charoen Pokphand raih doktor honoris causa
Read More...

Charoen Pokphand catat penurunan laba 22,7%
Read More...