Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
AUD 9,609.00 9,926.000
CHF 13,453.00 13,936.000
CNY 2,023.00 2,118.000
EUR 15,058.00 15,422.000
GBP 19,552.00 19,979.000
HKD 1,685.00 1,807.000
JPY 114.57 118.350
NOK 1,533.00 1,669.000
NZD 8,969.00 9,249.000
SGD 9,602.00 9,859.000
USD 13,500.00 13,700.000
Last update: 08/02/16 08:00:03
COMMODITY
Name Last Trade Change
Corn (cents/bu.) 366.000 2.500 (0.683%)
Soybean Meals (cents/bu.) 264.700 2.900 (1.096%)
Crude Oil ($/bbl.) 30.900 0.820 (2.654%)
Gold ($/troy oz.) 1,168.100 10.500 (0.899%)
Last update: 08/02/16 08:00:10
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Charoen Pokphand Indonesia: "An Integrated Poultry-Related Company"
posted by admin on 16/02/09

Ada satu menu makanan yang disenangi oleh semua kalangan di Indonesia. Daging Ayam. Selain karena berbagai alasan yang berhubungan dengan agama, seperti umat Muslim yang tidak mengonsumsi daging babi dan umat Hindu yang tidak mengonsumsi daging sapi, daging ayam adalah alternatif sumber protein yang harganya relatif paling murah. Hampir tiap warung makan di Indonesia menjual daging ayam dalam berbagai bentuk dan rasa.

Karena itu, bisnis yang berhubungan dengan ayam harusnya dapat berkembang dengan pesat di sini. Potensi berkembangnya pasar ini juga masih tinggi, kalau kita melihat tingkat konsumsi ayam per kapita di Indonesia yang hanya mencapai 4,5 kg. Ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 34 kg, mengingat pola makan antara kedua negara ini tidaklah terlalu berbeda.

Salah satu perusahaan yang bergantung pada konsumsi daging ayam di Indonesia adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Perusahaan ini bergerak di bidang pakan ternak, bibit ayam (day-old-chicken/DOC), dan daging ayam olahan atau dapat disebut an integrated poultry related company. Secara tidak langsung, meningkatnya pertumbuhan konsumsi ayam di Indonesia akan semakin mendongkrak naik kinerja perusahaan yang menguasai 35 persen pangsa pasar pakan ternak dan DOC di Indonesia ini.

CPIN adalah bagian dari Charoen Pokphand Food (CPF), pemain regional di bidang agribisnis yang beroperasi di Thailand, Kamboja, China, India, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Singapura, Turki, Taiwan, dan Vietnam. CPF sendiri adalah bagian dari The Charoen Pokphand Group, konglomerasi bisnis terbesar di Thailand yang berdiri sejak 1921.

Bagi CPIN, beroperasi di Indonesia pada saat ini membawa tantangan tersendiri. Salah satunya adalah kasus flu burung yang hingga kini masih belum bisa terselesaikan secara tuntas. Dalam hal ini, flu burung berefek ganda. Selain ancaman bagi pemilik peternakan yang harus memusnahkan seluruh ternaknya jika ditemukan kasus flu burung di sekitar wilayahnya, kasus flu burung juga berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan mengonsumsi daging ayam.

Karena itu, ada baiknya CPIN proaktif meminimalisasi tantangan tersebut di atas. Misalnya dengan melakukan edukasi masyarakat. Baik terhadap peternak ayam, agar tidak memelihara ayam di rumah dan membantu menghentikan penyebaran flu burung maupun terhadap masyarakat, untuk menjelaskan bahwa daging ayam yang diolah dengan benar akan tetap terjaga keamanannya.

Tantangan lainnya adalah kenyataan bahwa industri pakan ternak memang sudah menjadi industri komoditas. Dalam kondisi seperti ini, cost-leadership yang didukung oleh peningkatan efisiensi proses menjadi andalan. Terlebih lagi, dalam kondisi ekonomi yang sulit dan tidak menentu, pelanggan cenderung sangat reaktif terhadap perubahan harga. Brand loyalty sudah semakin menurun sehingga pembeli akan dengan mudah pindah ke produsen lain yang menawarkan harga lebih kompetitif.

Sebagai bagian dari konglomerasi yang memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun di bidang pakan ternak, CPIN memiliki competitive advantage di sini. Didukung oleh sistem dan proses yang matang, disertai pembelajaran dari berbagai negara di Asia, CPIN berpotensi untuk lebih dapat menerapkan cost leadership dibandingkan kompetitornya. Cost leadership ini dapat dicapai dengan meningkatkan efisiensi dalam proses maupun dalam penggunaan bahan baku. Inilah Marketing Value yang kami lihat dimiliki oleh CPIN, yang bisa diandalkan untuk terus bersaing dan tetap survive melewati krisis ekonomi global.


================================================================
"Philip Kotler's Executive Class: 100 Days To Go"

================================================================
Riset untuk artikel ini dijalankan oleh tim MarkPlus Consulting yang dikoordinasi oleh Bayu Asmara, Senior Consultant MarkPlus Consulting.

Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling
CP Stock Update
Name Last Trade Change
BISI International Tbk. 1,285 5.000 (0.389%)
Charoen Pokphand Indonesia Tbk 3,695 5.000 (0.135%)
Last update: 08/02/16 08:00:25
STOCK EXCHANGE
Name Last Trade Change
NASDAQ Composite 4,363.140 146.420 (3.356%)
Osaka Nikkei 225 16,659.570 160.020 (0.961%)
HANG SENG INDEX 19,288.170 105.080 (0.545%)
STI Index 2,623.210 64.720 (2.467%)
Taiwan TSEC weighted index 8,063.000 68.240 (0.846%)
Shanghai SSE Composite Index 2,763.490 17.530 (0.634%)
Dow Jones Industrial Average 16,204.970 211.610 (1.306%)
Jakarta Composite Index 4,798.950 133.130 (2.774%)
KOSPI Composite Index 1,917.790 1.530 (0.080%)
Kuala Lumpur FTSE Bursa Malaysia KLCI 1,662.460 0.000 (0.000%)
Last update: 08/02/16 08:00:23
JSX MOVERS
Name Last Trade Change
Bumi Resources Tbk. 50 0.000 (0.000%)
Energi Mega Persada Tbk. 50 0.000 (0.000%)
Last update: 08/02/16 08:00:25
FUTURE INDEX
Name Last Trade Change
Dow Jones Indus. Jun 15 18,100.000 25.000 (0.138%)
E-Mini S&P 500 Jun 15 2,118.500 4.500 (0.212%)
Mini Dow Jones Indus.-$5 Jun 15 18,100.000 25.000 (0.138%)
Nasdaq 100 Jun 15 4,531.000 7.000 (0.154%)
S&P 500 Jun 15 2,123.500 44.000 (2.072%)
Last update: 08/02/16 08:00:11