Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
AUD 9,835.40 9,941.530
BND 9,954.13 10,057.170
CHF 14,508.90 14,659.470
CNY 2,217.42 2,239.740
EUR 15,696.86 15,860.560
GBP 21,500.48 21,724.030
MYR 3,309.56 3,347.590
HKD 1,820.00 1,838.460
NOK 1,702.00 1,720.330
NZD 8,969.23 9,068.060
PHP 301.69 304.860
SGD 9,954.13 10,057.170
THB 393.61 397.680
USD 14,107.00 14,249.000
JPY 11,799.10 11,920.860
KRW 11.84 11.970
KWD 46,603.90 47,197.750
PGK 4,923.34 5,186.640
Last update: 04/09/15 14:00:07
COMMODITY
Name Last Trade Change
Crude Oil ($/bbl.) 46.060 0.690 (1.498%)
Gold ($/troy oz.) 1,123.400 0.300 (0.027%)
Corn (cents/bu.) 347.750 0.750 (0.216%)
Soybean Meals (cents/bu.) 316.600 0.100 (0.032%)
Last update: 04/09/15 13:00:04
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Gurita yang Tak Lupa Akar : PT Charoen Pokphand Tbk
posted by admin on 08/07/08

INILAH.COM, Jakarta – Bak dahan dan kembang yang selalu ingat akarnya, begitulah PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN). Meski ekspansi bisnisnya sudah menggurita, mereka tak meninggalkan produk pakan ternak, cikal bakal usahanya.

CPIN kini adalah calon gurita bisnis di kawasan Asia Tenggara. Mereka merambah ke banyak sektor. Mulai dari tambak udang dan agrobisnis swait di Kalimantan Barat sampai sektoer keuangan.

Meski begitu, CPIN tak lantas berpaling dari bisnis pakan ternak, bisnis awal mereka. Bahkan, mereka bertekad kembali mengembangkannya. Mereka siap membuka dua pabrik pakan ternak (feed mill) di Lampung dan Makassar dengan total investasi Rp 84 miliar.

Pabrik dengan kapasitas produksi 300 ribu ton per tahun itu diproyeksikan untuk meningkatkan produksi, dari 3,7 juta ton menjadi 4 juta ton lebih.

Presiden Direktur CPIN Fransiscus Affandy mengatakan, pihaknya akan fokus menggarap pasar Indonesia bagian timur menyusul meningkatnya daya beli masyarakat di wilayah itu.

Menurut Fransiscus, kenaikan harga BBM telah meningkatkan daya beli masyarakat di wilayah luar Pulau Jawa. Juga karena pelaksanaan otonomi daerah yang diyakini akan memicu tingkat pengeluaran konsumsi di wilayah penghasil komoditi perkebunan dan pertambangan itu.

Dana pun sudah disiapkan. Jumlah modal kerja (capital expanditure/capex) mencapai Rp 350 miliar, 60% bersumber dari internal dan 40% dari pinjaman sindikasi perbankan. Dana pinjaman itu juga akan digunakan untuk refinancing obligasi Rp 500 miliar yang jatuh tempo 2 Juli mendatang. Sisanya untuk modal kerja.

Dengan pengembangan pabrik baru, CPIN berharap bisa membuat harga pakan lebih bersaing. Pasalnya, setelah terpukul wabah virus flu burung, harga pakan ikut melonjak dan menghantam para peternak ayam.

Pakan ayam petelur yang tadinya Rp 2.700 per kilo, kini Rp 3.300. Pakan ayam pedaging, bahkan, naik dari Rp 1.700 menjadi Rp 3.300 per kilogram. Kelangsungan usaha 2,5 juta peternak unggas di seluruh Indonesia pun terancam.

"Bahan baku naik 60%. CPIN akan menaikkan harga jual 40% menyesuaikan kenaikan harga bahan baku," kata Fransiscus.

CPIN meyakini bahwa permintaan akan pakan ternak ayam masih sangat besar. Sebab, selain jumlah ayam potong berkurang akibat merebaknya virus H5N1 (flu burung), kebutuhan akan protein hewani ini tetap tinggi. Ini karena harga ayam masih termasuk murah dibandingkan protein hewani lain.

Konsumsi ayam per kapita di Indonesia juga masih rendah, hanya 4,5 kilogram per tahun. Angka itu jelas jauh di bawah Malaysia yang sudah melampaui 27 kilogram per kapita per tahun. Itu sebabnya, prospek industri ini di Indonesia masih bagus. Diyakini bakal berkembang.

CPIN tak hanya membuat dan menjual pakan ternak, tapi juga menjual ayam usia sehari alias day old chick (DOC). Saat ini, CPIN menguasai 35% pangsa pasar pakan ternak dan DOC di Indonesia.

Pesaing CPIN adalah Japfa Comfeed dengan pangsa pasar 20%. Perusahaan-perusahaan lain harus berbagi pangsa pasar dengan kepemilikan rata-rata 4-5%. Sementara market share perusahaan per Maret 2008 tercatat, 50% untuk pakan ayam, anak ayam 44%, daging olahan 72%, pakan layer 33%, dan deochicklayer 36%.

Koordinator Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia Don P Utoyo memperkirakan omset usaha ini lebih dari Rp 30-an triliun. Angka itu berasal dari penjualan DOC Rp 3 triliun, penjualan pakan unggas Rp 20 triliun, ayam hidup Rp 1,5 triliun, telur Rp 8 triliun. “Nilai aset seluruh perusahaan ayam bisa mencapai Rp 38 triliun,” ujarnya.

Saat ini, CPIN punya 250 anak perusahaan yang tersebar di 20 negara. Usahanya berserak mulai dari industri agro, makanan, petrokimia, properti, otomotif, media, ritel, hingga telekomunikasi. Kendati merambah ke berbagai sektor, 70% pendapatan Charoen berasal dari agrobisnis.

Pada 2008, CPIN mentargetkan penjualan Rp 12 triliun, naik dari 2007 yang tercatat Rp 8,6 triliun. Laba bersih ditargetkan menjadi Rp 240,5 miliar, naik 30% dari 2007 (Rp 185 miliar).

Wakil Dirut CPIN Thomas Effendy mengatakan, untuk produk lain berupa processing chicken (daging olahan ayam), perseroan mentargetkan produksi hingga 576 juta ekor atau naik 20 % dari 2007 (480 juta ekor). Untuk DOC ditargetkan menjadi 54.000 ton atau naik 50% dibandingkan 2007.

Potensi besar CPIN dan kinerjanya terus menunjukkan peningkatan. Beberapa analis memberi penilaian positif bagi saham CPIN.

Head of Research Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing merekomendasikan beli untuk saham CPIN. Hal senada diungkapkan analis Kim Eng Securities Katarina Setiawan. Ia menilai, CPIN sangat ekspansif. Ia pun merekomendasi beli untuk saham CPIN. [E1/I3]

Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 1.521 (23 users)

Rate this news:



Online Pooling
CP Stock Update
Name Last Trade Change
BISI International Tbk. 1,080 20.000 (1.852%)
Charoen Pokphand Indonesia Tbk 1,940 10.000 (0.515%)
Last update: 04/09/15 13:00:04
STOCK EXCHANGE
Name Last Trade Change
NASDAQ Composite 5,005.390 63.970 (1.278%)
BSE 30 27,307.440 296.130 (1.084%)
Nikkei 225 19,531.630 11.620 (0.059%)
HANG SENG INDEX 28,228.050 95.050 (0.337%)
STRAITS TIMES INDEX 3,481.360 6.030 (0.173%)
Taiwan Weighted 9,853.950 33.900 (0.344%)
Shanghai Composite 2,111.590 1.630 (0.077%)
Dow Jones Industrial Average 18,024.060 183.540 (1.018%)
Jakarta Composite 5,153.500 67.080 (1.302%)
KOSPI Composite Index 2,134.140 6.970 (0.327%)
KLSE Composite 1,818.270 24.660 (1.356%)
Last update: 04/09/15 13:00:08
JSX MOVERS
Name Last Trade Change
Bumi Resources Tbk. 50 0.000 (0.000%)
Energi Mega Persada Tbk. 56 1.000 (1.786%)
Medco Energi International Tbk 1,290 5.000 (0.388%)
Last update: 04/09/15 12:00:14
FUTURE INDEX
Name Last Trade Change
Dow Jones Indus. Jun 15 18,100.000 25.000 (0.138%)
E-Mini S&P 500 Jun 15 2,118.500 4.500 (0.212%)
Mini Dow Jones Indus.-$5 Jun 15 18,100.000 25.000 (0.138%)
Nasdaq 100 Jun 15 4,531.000 7.000 (0.154%)
S&P 500 Jun 15 2,123.500 44.000 (2.072%)
Last update: 04/09/15 13:00:12