Ciptapangan
Ciptapangan





Ekonomi AS Februari Membaik
posted by admin on 05/03/10

WASHINGTON - Aktivitas ekonomi Amerika Serikat (AS) di 12 negara bagian pada Februari menguat secara moderat. Ekonomi diprediksi lebih baik lagi jika tidak terjadi badai salju di beberapa wilayah.

“Kondisi ekonomi terus berkembang sejak laporan terakhir meskipun badai salju yang buruk di awal Februari telah mengakibatkan aktivitas lumpuh di beberapa distrik,” kata Bank Sentral AS (Fed), dalam laporan resmi (Beige Book) Rabu. Tingkat kehilangan pekerjaan di sektor nonpertanian bulan Februari naik. Artinya, telah terjadi penurunan sektor jasa tertinggi selama dua tahun terakhir.

Sementara produksi naik dua pertiga dari produksi AS. Fed mengatakan, guncangan pasar tenaga kerja saat ini lemah dan kondisi ekonomi terus berkembang. Data Kamis (26/2/2010) lalu menunjukkan tingkat klaim tunjangan pengangguran naik pada level tertinggi selama tiga bulan. Tapi, ada tren bahwa klaim sudah mencapai puncak.

Data terbaru klaim tunjangan pengangguran akan menjadi keputusan final dalam laporan pemerintah bulanan. Laporan ini menjadi indikator utama momentum ekonomi. Analis menilai, musim dingin yang parah di beberapa wilayah membuat data ekonomi sulit menjadi acuan.“Data ketenagakerjaan mendatang dipengaruhi dua badai salju yang terjadi di wilayah survei,” ujar Robert Brusca dari FAO Economics.

Meskipun beberapa pihak memprediksi terjadi pertumbuhan di semester II/2009 ,ekonom menilai pasar tenaga kerja mengalami tantangan berat.Tahun 2009 adalah tahun kontraksi di mana ekonomi berjuang untuk mencapai pemulihan yang berkelanjutan dari krisis terburuk selama dekade. Pertumbuhan AS di 2009 lebih banyak disumbang dari belanja pemerintah dan kebijakan Fed menerapkan suku bunga mendekati nol.

Data Departemen Tenaga Kerja AS bulan Februari memberikan sedikit angin segar. Sebagian besar analis meramalkan tingkat pengangguran naik menjadi 9,8 persen dari posisi Januari di 9,7 persen. Sementara tingkat kehilangan gaji di nonpertanian tidak berubah di 20.000. Indeks utama sektor jasa menunjukkan penguatan lebih baik dibandingkan ramalan di Februari.

Ini memicu spekulasi bahwa pemulihan terjadi bertahap. The Institute of Supply Management memaparkan, indeks pembelian manajer (PMI) nonmanufaktur melonjak 2,5 persen menjadi 53 persen. Kinerja nonmanufaktur mengungguli ramalan ekonom yang sebelumnya mengestimasi naik menjadi 51 persen. Seperti diketahui, angka di atas 50 persen menunjukkan adanya pertumbuhan.

Analis menilai kinerja sektor utama di bulan Februari merupakan tertinggi dalam dua tahun terakhir. “Pemulihan berbentuk huruf V terjadi lebih awal pada sektor manufaktur,dan sektor jasa saat ini mulai naik juga,” ungkap Kepala Ekonom FT Advisors Brian Wesbury.

Perusahaan penasihat gaji ADP melaporkan bahwa jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan sektor swasta bulan Februari turun menjadi 20.000 pekerja dibandingkan Januari yang tercatat 60.000 pekerja.Ryan Sweet dari Moody’s Economy.com menilai laporan ADP sudah sesuai.

“Menggambarkan bagaimana pekerja mendapatkan gaji yang sesuai tanpa gangguan dari badai,” ucap dia. Menurut Ryan, perhitungan gaji ADP sangat aktual, berbeda dengan survei yang dilakukan Pemerintah AS. “Survei ADP juga menghitung cuti jangka pendek saat badai,” jelas dia. Laporan Beige Book yang dibuat Fed memberikan gambaran buruk tentang pasar tenaga kerja.

“Meskipun beberapa distrik melaporkan peningkatan penyerapan tenaga kerja baru atau turunnya PHK, secara umum pasar tenaga kerja di seluruh negara masih lemah. Ini memberikan tekanan yang lemah atas gaji,”ujar laporan Fed,yang akan digunakan oleh Komite Pasar Bebas Federal (FOMC) sebagai dasar pengambilan kebijakan pada 16 Maret mendatang.

Sementara Brian Bethune dari IHS Global Insight berpendapat, Bank Sentral AS memberikan sinyal bahwa momentum ekonomi di akhir 2009 terjadi perbaikan. Dia meramalkan, Fed akan mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif, termasuk suku bunga rendah hingga akhir 2010. “Ketika momentum ekonomi terlihat meningkat, kelebihan kapasitas pabrik dan pasar tenaga kerja masih menunggu waktu untuk terpakai,” jelas dia.

Fed Batasi Sanksi Kartu Kredit

Rabu lalu Fed mengajukan aturan baru untuk memperkuat perlindungan konsumen atas arogansi penerbit kartu kredit, di antaranya membatasi jumlah penalti dan kenaikan suku bunga. Penerbit kartu kredit dilarang mengenakan penalti atas keterlambatan pembayaran.

Contoh,penerbit kartu kredit dilarang mengenakan penalti USD39 jika pemegang kartu kredit gagal melaksanakan cicilan minimum USD20.Penerbit hanya boleh mengenakan sanksi sebesar USD20. “Aturan baru ini mencegah penerbit kartu kredit memberlakukan sanksi besar untuk kesalahan kecil yang dilakukan konsumen dan merevisi rencana kenaikan bunga yang dilakukan awal tahun ini,” ujar Dewan Gubernur Fed Elizabeth Duke,dalam pernyataan resmi.

Hal senada diucapkan Menteri Keuangan AS Timothy Geithner. Dia menyatakan menolak kebijakan keuangan yang tidak bisa memberikan proteksi terhadap perlindungan konsumen. Otoritas harus independen untuk menjamin adanya perlindungan konsumen. “AS membutuhkan satu otoritas yang independen, akuntabel, dan efektif,” ujar Geithner kepada Parlemen AS.

Sumber okezone.com

Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?
ONLINE POLLING
Apakah Anda Setuju Bank Indonesia melakukan Redenominasi (Pengecilan Nilai) Rupiah ?
A. Setuju
B. Tidak Tahu
C. Tidak Setuju

Results
MOST VISITED
Harga Minyak Mentah di USD74/Barel
(Visited 687 times)
Read More...

Dana Asing Terus Topang IHSG
(Visited 546 times)
Read More...

Ekonomi Kuartal III Bisa di Atas 6%, Asal...
(Visited 469 times)
Read More...

Wow, Pasar Domestik China USD2 T
(Visited 412 times)
Read More...

Ternyata, Uang Sekolah Juga Picu Inflasi
(Visited 313 times)
Read More...

MOST RATED
Siap-Siap, Subsidi Rumah Cair Akhir Agustus
Read More...

Harga Minyak Mentah di USD74/Barel
Read More...

Honda Siapkan Mobil Diesel di India
Read More...

Awas! Nilai Ujian Facebooker Rendah
Read More...

GM Indonesia Terus Studi Masalah Fuel Pump
Read More...