Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
CHF 12,597.98 12,732.760
CNY 1,976.19 1,996.090
EUR 15,151.14 15,306.120
GBP 19,129.47 19,324.510
HKD 1,562.85 1,578.600
JPY 10,307.93 10,414.360
KRW 11.00 11.120
KWD 41,614.01 42,090.780
PGK 4,665.43 4,889.880
AUD 10,381.49 10,490.900
BND 9,332.31 9,429.890
MYR 3,617.31 3,655.910
NOK 1,773.92 1,792.570
NZD 9,561.10 9,664.700
PHP 269.56 272.360
SGD 9,332.31 9,429.890
THB 369.68 373.630
USD 12,118.00 12,240.000
Last update: 28/11/14 10:00:10
COMMODITY
Name Last Trade Change
Corn (cents/bu.) 378.000 0.250 (0.066%)
Crude Oil ($/bbl.) 69.050 4.640 (6.720%)
Soybean Meals (cents/bu.) 400.500 1.100 (0.275%)
Soybean Meals (cents/bu.) 468.400 1.500 (0.320%)
Gold ($/troy oz.) 1,184.200 12.900 (1.089%)
Last update: 28/11/14 10:00:11
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
CP Prima Ekspor Udang Beku ke AS
posted by admin on 09/09/08

BANDAR LAMPUNG, SELASA -  PT Central Proteinaprima (CP Prima) yang mengelola tambak udang modern khusus ekspor di Lampung dan Sumatera Selatan selama semester I tahun 2008 mengekspor udang beku dominan tujuan Amerika Serikat, Jepang, Eropa Barat, Kanada, China, dan Thailand.

Corporate Communications Manager Department PT CP Prima Fajar I Reksoprodjo di Bandar Lampung, Selasa (9/9), menjelaskan, ekspor udang beku semester I tahun 2008 mengalami peningkatan produksi udang beku mencapai sekitar 80 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.
  
Produksi udang beku selama semester I tahun 2008 mencapai 56.000 metrik ton, naik dibandingkankan dengan produksi pada 2007, sekitar 49.000 metrik ton. Udang beku itu sebanyak 55 persen diekspor ke AS, disusul Jepang (25 persen), dan sisanya (20 persen) diekspor ke beberapa negara lain, seperti negara-negara Eropa Barat, Kanada, China, dan Thailand.
   
PT CP Prima yang telah mengambil alih dan mengelola sejumlah tambak udang modern di Lampung dan Sumsel itu, di antaranya mulai menjalankan program revitalisasi, termasuk pada tambak udang terbesar di Lampung, PT Aruna Wijaya Sakti (AWS/eks PT Dipasena Citra Darmaja), PT Central Pertiwi Bahari (CPB), dan PT Wahyuni Mandira (WM) di Sumsel.

Perusahaan tambak udang multinasional itu juga didukung dengan keberadaan perusahaan penghasil benur unggul dan pakan udang di beberapa lokasi di Lampung. CP Prima merupakan produsen dan pengolah udang terbesar di dunia yang sepenuhnya terintegrasi secara vertikal, juga merupakan pengendali pasar bibit udang, pakan udang, dan pakan ikan. Produk-produknya mencakup udang beku, pakan udang, bibit udang, probiotika, dan pakan ikan.

CP Prima memiliki lebih dari 50.000 hektare lahan yang dibudidayakan di beberapa lokasi di Provinsi Lampung dan Sumsel, terbagi dalam tiga perusahaan tambak udang intensif modern (PT CPB, PT WM, dan PT AWS/eks Dipasena). Perusahaan itu menyediakan lapangan kerja kepada lebih dari 38.000 orang, termasuk 12.500 pegawai penuh waktu.

Central Proteinaprima merupakan pengendali industri yang ditopang oleh tim pengelola yang stabil dan berpengalaman, strategi bisnis yang sehat, serta operasi berperingkat terbaik untuk mengoptimalkan efisiensi dan teknik produksi dalam industri.

"Kami memproduksi udang bermutu tinggi dengan menjamin rekam jejak produk melalui pembudidayaan bibit udang yang bebas penyakit, memproduksi pakan udang bermutu, memanen, mengolah, menyimpan dalam cold storage, dan mengekspor produk-produk yang berkualitas," kata Fajar.

Menurut Fajar, perusahaan itu juga mendukung dan menggunakan praktik-praktik ramah lingkungan secara berkelanjutan karena percaya atas pentingnya tanggung jawab terhadap lingkungan hidup, di antaranya mengembangkan program perlindungan dan penyelamatan hutan bakau di sepanjang pesisir Pantai Timur Lampung yang terancam kerusakan. "Sebagai hasil dari komitmen total kami terhadap kesinambungan dan penelusuran rekam jejak, kami diperlengkapi dengan baik untuk bersaing di pasar global dengan produk-produk bermutu tinggi yang terjamin kualitasnya," kata dia lagi.

Perusahaan itu juga memiliki kontrol biosecurity dan biosafety dengan standar internasional, di antaranya sebagai pemegang ISO 9001:2000 dan ISO 22000. "Kami juga berupaya terbuka dengan masyarakat dan media massa sehingga perlu menjalin silaturahmi dan komunikasi yang lebih baik selanjutnya, sehingga setiap potensi masalah yang muncul dapat segera diatasi dengan baik," ujarnya.


Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 0.600 (5 users)

Rate this news:



Online Pooling
CP Stock Update
Name Last Trade Change
BISI International Tbk. 525 5.000 (0.952%)
Charoen Pokphand Indonesia Tbk 4,100 0.000 (0.000%)
Last update: 28/11/14 10:00:04
STOCK EXCHANGE
Name Last Trade Change
NASDAQ Composite 4,787.320 29.070 (0.607%)
BSE 30 28,438.910 52.720 (0.185%)
Nikkei 225 17,406.890 158.390 (0.910%)
HANG SENG INDEX 23,925.120 79.160 (0.331%)
STRAITS TIMES INDEX 3,349.180 8.220 (0.245%)
Taiwan Weighted 9,175.790 10.480 (0.114%)
Shanghai Composite 2,111.590 1.630 (0.077%)
Dow Jones Industrial Average 17,827.750 12.810 (0.072%)
Jakarta Composite 5,132.360 12.960 (0.253%)
KOSPI Composite Index 1,977.140 4.950 (0.250%)
KLSE Composite 1,823.600 6.310 (0.346%)
Last update: 28/11/14 10:00:16
JSX MOVERS
Name Last Trade Change
Bumi Resources Tbk. 89 3.000 (3.371%)
Energi Mega Persada Tbk. 100 1.000 (1.000%)
Medco Energi International Tbk 3,745 75.000 (2.003%)
Last update: 28/11/14 10:00:37
FUTURE INDEX
Name Last Trade Change
S&P 500 Mar 14 1,872.800 21.800 (1.164%)
Dow Jones Indus. Mar 14 16,330.000 9.000 (0.055%)
E-Mini S&P 500 Mar 14 1,881.750 8.000 (0.425%)
Mini Dow Jones Indus.-$5 Mar 14 16,386.000 47.000 (0.287%)
Nasdaq 100 Mar 14 3,718.000 19.000 (0.511%)
Last update: 28/11/14 05:37:15